Download laporan ureum PDF

Titlelaporan ureum
File Size294.3 KB
Total Pages18
Document Text Contents
Page 2

I. Tanggal : November 2015

II. Tujuan : Melakukan pemeriksaan fungsi ginjal dalam darah dengan test urea

secara kinetika enzimatis dan menginterprestasikan hasil pemeriksaan yang

di peroleh.

III. Prinsip : Urea + 2H2O
Urease

→ 2NH4+ + CO2

2NH4+ + 2α-ketoglutarat + 2NADH
GLDH

→ 2- Glutamate + 2NAD+ +2H2O

III. Dasar Teori :

Ginjal

Ginjal merupakan organ ganda yang terletak di daerah abdomen,retroperitoneal antara

vetebra lumbal 1 dan 4. pada neonatus kadang-kadang dapatdiraba. Ginjal terdiri dari korteks

dan medula. Tiap ginjal terdiri dari 8-12 lobus yangberbentuk piramid. Dasar piramid terletak

di korteks dan puncaknya yang disebutpapilla bermuara di kaliks minor. Pada daerah korteks

terdaat glomerulus, tubuluskontortus proksimal dan distal (Price, 1995).Panjang dan beratnya

bervariasi yaitu ±6 cm dan 24 gram pada bayi lahircukup bulan, sampai 12 cm atau lebih dari

150 gram. Pada janin permukaan ginjaltidak rata, berlobus-lobus yang kemudian akan

menghilang dengan bertambahnyaumur. Tiap ginjal mengandung ± 1 juta nefron. Pada

manusia, pembentukan nefronselesai pada janin 35 minggu. Nefron baru tidak dibentuk lagi

setelah lahir.Perkembangan selanjutnya adalah hipertrofi dan hiperplasia struktur yang sudah

adadisertai maturasi fungsional. Tiap nefron terdiri dari glomerulus dan kapsula bowman,

tubulus proksimal, anse henle dan tubulus distal. Glomerulus bersamadenga kapsula bowman

juga disebut badan maplphigi. Meskipun ultrafiltrasi plasmaterjadi di glomerulus tetapi

peranan tubulus dala pembentukan urine tidak kalahpentingnya (Price, 1995)

Fungsi Ginjal

Fungsi dasar nefron adalah membersihkan atau menjernihkan plasma darahdan

substansi yang tidak diperlukan tubuh sewaktu darah melalui ginjal. Substansiyang paling

penting untuk dibersihkan adalah hasil akhir metabolisme seperti urea,kreatinin, asam urat

dan lain-lain. Selain itu ion-ion natrium, kalium, klorida danhidrogen yang cenderung untuk

berakumulasi dalam tubuh secara berlebihan(Nelson, 2000).

Mekanisme kerja utama nefron dalam membersihkan substansi yang tidak diperlukan

dalam tubuh adalah :

 Nefron menyaring sebagian besar plasma di dalam glomerulus yang

akanmenghasilkan cairan filtrasi.

Page 9

memungkinkan kesalahan dalam menginterpretasikan data yang diperoleh. Pada prinsipnya,

suatu molekul yang dikenai suatu radiasi elektromagnetik pada frek uensi yang sesuai akan

menyerap energy dan energi molekul tersebut ditingkatkan ke level yang lebih tinggi,

sehingga terjadi peristiwa penyerapan (absorpsi) energi oleh molekul. Banyaknya sinar yang

diabsorpsi pada panjang gelombang tertentu sebanding dengan banyaknya molekul yang

menyerap radiasi, dan jumlah cahaya yang diabsorpsi berbanding lurus dengan

konsentrasinya sesuai hukum lambert-beer.

Langkah keempat, dari data absorbansi yang diperoleh, didapat kadar ureum pada

sampel 1 5,685 mmol/L dan yang kedua 4,74 mmo/L.Dan berdasarkan literatur kadar tersebut

masih memenuhi dan berada pada nilai rujukan 1,7mmol/L -8,3 mmol/L.

Ureum adalah suatu molekul kecil yang mudah mendifusi ke dalam cairan ekstrasel,

tetapi pada akhirnya dipekatkan dalm urin dan diekskresikan.Jika keseimbangan nitrogen

dalam keadaan mantap ekskresi ureum kira-kira 25 mg per hari.Ureum juga merupakan

produk akhir dari metabolism nitrogen yang penting pada manusia, yang disintesis dari

ammonia, karbon dioksida dan nitrogen amida aspartat.

Definisi lain dari ureum adalah hasil akhir metabolisme protein. Berasal dari asam

amino yang telah dipindah amonianya di dalam hati dan mencapai ginjal, dan diekskresikan

rata-rata 30 gram sehari. Kadar ureum darah yang normal adalah 20 mg ~ 40 mg setiap 100

ccm darah, tetapi hal ini tergantung dari jumlah normal protein yang di makan dan fungsi hati

dalam pembentukan ureum. Setiap hari manusia menukar atau menggunakan 1 – 2 % dari

total protein tubuh. Khususnya protein otot dan asam amino yang dibebaskan 75 – 80%

digunakan kembali untuk sintesis protein yang baru. Nitrogen pada 20-25% dari asam amino

sisanya membentuk ureum. Kerangka karbon kemudian diuraikan menjadi hermerdiat

antibiotic masing – masing diuraikan dengan laju yang sangat yang berbeda-beda dan

bervariasi mengikuti responya terhadap kebutuhan psikolog.

Formal urea kinetic modeling=Model kinetik ureum (MKU) merupakan cara yang

paling baik dan lengkap untuk menilai AHD. MKU adalah tehnis matematika untuk

mensimulasikan kinetik ureum pada penderita HD dengan menghitung semua faktor yang

mempengaruhi pemasukan, pengeluaran dan metabolisme urea. Faktor ini meliputi volume

distribusi urea, urea generation rate, klirens dializer (Kd), dializer ultrafiltration rate, jadwal

dan lama HD, residual klirensi urea, resistensi terhadap metabolisme ureum. Dalam

pengukurannya memerlukan:

Page 10

a. Pemeriksaan Blood urea-nitrogen (BUN) sebelum HD dan sesudah HD dari HD

pertama, pemeriksaan BUN sebelum HD dari HD kedua dari jadwal HD 3 kali

seminggu.

b. Berat badan sebelum HD dan sesudah HD dari HD pertama.

c. Lama HD sebenarnya dari HD pertama.

d. Klirens efektif dari dializer (bukan klirens in-vitro dari tabel).

Berikut merupakan kelainan-kelainan yang terjadi berdasarkan kadar urea plasma :

1. Urea Plasma yang tinggi (Azotemia)
Urea plasma yang tinggi merupakan salah satu gambaran abnormal yang utama dan

penyebabnya diklasifikasikan sebagai berikut :
 Peningkatan katabolisme protein jaringan disertai dengan keseimbangan nitrogen

yang negative. Misalnya terjadi demam, penyakit yang menyebabkan atrofi,

tirotoksikosis, koma diasbetika atau setelah trauma ataupun operasi besar. Karena

sering kasus peningkatan katabolisme protein kecil, dan tidak ada kerusakan ginjal

primer atau sekunder, maka ekskresi ke urin akan membuang kelebihan urea dan tidak

ada keanikan bermakna dalam urea plasma.
 Pemecahan protein darah yang berlebihan Pada leukemia, pelepasan protein leukosit

menyokong urea plasma yang tinggi.
 Pengurangan ekskresi urea Merupakan penyebab utama dan terpenting bias prerenal,

renal atau postrenal. Penurunan tekanan darah perifer adatau bendungan vena atau

volume plasma yang rendah dan hemokonsentrasi, mengurangi aliran plasma ginjal.

Filtrasi glomelurus untuk urea turun dan terdapat peningkatan urea plasma, pada

kasus yang ringan, bila tidak ada kerusakan struktur ginjal yang permanen, maka urea

plasma akan kemabli normal bila keadaan prerenal dipulihkan ke yang normal.
 Penyakit ginjal yang disertai dengan penurunan laju filtrasi glomelururs yang

menyebabkan urea plasma menjadi tinggi.
 Obstruksi saluran keluar urin menyebabkan urea plasma menjadi tinggi (Baron,

1995).
2. Urea plasma yang rendah (Uremia)

Uremia kadang-kadang terlihat pada kehamilan, bias karena peningkatan filtrasi

glomelurus, diversi nitrogen ke foetus atau karena retensi air. Pada nekrosis hepatic akuta,

sering urea plasma rendah karena asam-asam amino tak dimetabolisme lebih lanjut. Pada

sirosis hepatis, urea plasma yang rendah sebagian disebabkan oleh kecepatan anabolisme

protein yang tinggi, bias timbul selama pengobatan dengan androgen yang intensif, juga pada

malnutrisi protein jangka panjang (Baron, 1995).

http://laporanakhirpraktikum.blogspot.com/
http://laporanakhirpraktikum.blogspot.com/

Similer Documents