Download makalah urolithiasis PDF

Titlemakalah urolithiasis
File Size312.8 KB
Total Pages28
Table of Contents
                            Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510
Pemeriksaan Khusus Urologi
	Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Radiologi
	Medika Mentosa
	Non Medika Mentosa
                        
Document Text Contents
Page 2

Abstrak

Urolithiasis adalah agregasi polikristalin terdiri dari berbagai jumlah kristaloid dan
sejumlah kecil matriks organik. Urolithiasis atau batu saluran kemih telah melebihi frekuensi
kelainan traktus urinarius lain seperti infeksi dan kelainan pada prostat dengan insidens
240,000-720,000 orang Amerika per tahun. Lelaki lebih banyak terkena dampak dibanding
wanita dengan rasio 3:1. Batu ginjal(nefrolithiasis) merupakan penyebab terbanyak kelainan
di saluran kemih. Di Negara maju seperti Amerika Syarikat, Eropah, Australia, batu saluran
kemih(Urolithiasis) banyak dijumpai di saluran kemih bagian atas, sedang di negara
berkembang seperti India, Thailand, dan Indonesia lebih banyak dijumpai batu kandung
kemih(vesicolithiasis). Sukahayat dan Muhammad Ali(1975) melaporkan dari 96 batu saluran
kemih, ditemukan batu dengan kandungan asam urat tinggi, bentuk murni sebesar 24(25%)
dan campuran bersama kalsium oksalat/kalsium fosfat sebesar 76(79%), sedangkan batu
kalsium oksalat/kalsium fosfat sebesar 71(73%). Manifestasi klinis yang biasa ditemukan
ialah nyeri kolik, hematuria serta mual dan muntah.
Kata kunci: urolithiasis, nefrolithiasis, vesicolithiasis, infeksi traktus urinarius

Abstract

Urolithiasis is a polycrystalline aggregate composed of varying amounts of crystalloid and a
small amount of organic matrix . Urolithiasis or urinary tract stones has exceeded the
frequency of other disorders such as urinary tract infections and abnormalities in the
prostate with incident 240000-720000 Americans per year . Affected men more than women
with a ratio of 3:1 . Kidney stones ( nefrolithiasis ) is the most common cause abnormalities
in the urinary tract . In developed countries like the United Syarikat , Europe , Australia ,
urolithiasis ( Urolithiasis ) are often found in the upper urinary tract , while in developing
countries such as India , Thailand , Indonesia and more prevalent bladder stones
( vesicolithiasis ) . Sukahayat and Muhammad Ali (1975 ) reported on 96 urinary tract stones
, found a rock with a high content of uric acid , the pure form of 24 ( 25 % ) and mixed with
calcium oxalate / calcium phosphate by 76 ( 79 % ) , while calcium oxalate stones / calcium
phosphate by 71 ( 73 % ) . Clinical manifestations are commonly found colicky pain ,
hematuria , and nausea and vomiting .
Keywords : urolithiasis , nefrolithiasis , vesicolithiasis , urinary tract infection

Pendahuluan

Batu saluran kemih (urolithiasis) menurut tempatnya digolongkan menjadi batu

ginjal dan batu kandung kemih. Batu ginjal merupakan keadaan tidak normal di dalam ginjal,

dan mengandung komponen kristal serta matriks organik. Lokasi batu ginjal dijumpai khas di

kaliks atau pelvis dan bila keluar dapat terhenti di ureter atau di kandung kemih. Batu ginjal

sebagian besar mengandung batu kalsium. Batu Oksalat, kalsium oksalat atau kalsium fosfat

secara bersama dapat dijumpai sampai 65-85% dari jumlah keseluruhan batu ginjal. Terdapat

5 jenis batu yang utama pada saluran kemih yaitu batu kalsium oksalat, kalsium fosfat,

struvite, asam urat dan batu sistin.

Page 15

yang masih belum terungkap (idiopatik). Secara epidemiologik terdapat beberapa faktor yang

mempermudah terbentuknya batu pada saluran kemih pada seseorang. Faktor tersebut adalah

faktor intrinsik yaitu keadaan yang berasal dari tubuh orang itu sendiri dan faktor ekstrinsik

yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan di sekitarnya.6

Faktor intrinsik antara lain :

1. Herediter (keturunan) : penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya.

2. Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun

3. Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan

pasien perempuan

Faktor ekstrinsik diantaranya adalah :

1. Geografis : pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih

yang lebih tinggi dari pada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stonebelt.

2. Iklim dan temperatur

3. Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang

dikonsumsi.

4. Diet : Diet tinggi purin, oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu.

5. Pekerjaan : penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk

atau kurang aktifitas atausedentary life.6

Batu saluran kemih menurut tempatnya digolongkan menjadi batu ginjal dan batu

kemih. Batu ginjal merupakan keadaan tidak normal di dalam ginjal, dan mengandung

komponen kristal serta matriks organik. Lokasi batu ginjal dijumpai khas di kaliks atau pelvis

dan bila keluar dapat terhenti di ureter atau di kandung kemih. Batu ginjal sebagian besar

mengandung batu kalsium. Batu oksalat, kalsium oksalat, atau kalsium fosfat, secara bersama

dapat dijumpai sampai 65-85% dari jumlah keseluruhan batu ginjal.6

Terbentuknya batu dapat terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam

yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan

batu yang normal. Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium, sisa yang mengandung berbagai

bahan, termasuk asam urat, sistin dan mineral struvit. Batu struvit (campuran dari

magnesium, amonium dan fosfat) juga disebut "batu infeksi" karena batu ini hanya terbentuk

di dalam air kemih yang terinfeksi. Ukuran batu bervariasi, mulai dari yang tidak dapat

dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2,5 sentimeter atau lebih. Batu yang besar

disebut "kalkulus staghorn". Batu ini dapat mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan

kalises renalis.6

Similer Documents