Download presentasi bilirubin kimia klinik PDF

Titlepresentasi bilirubin kimia klinik
File Size444.6 KB
Total Pages10
Document Text Contents
Page 1

Minggu, 22 Januari 2012

Pemeriksaan Bilirubin dan Urobilinogen


Pemeriksaan Bilirubin dan Urobilinogen


 Tujuan : Untuk mengetahui ada tidaknya Bilirubin dan Urobilinogen dalam urin dan untuk mengetahui

sumbatan pada empedu.

 Metode :

a. Metode Harrison

b. Metode Rosin

c. Metode Ehrlich ( Urobilinogen )

d. Metode Schlesinger ( Urobilin )

 Prinsip :

A. Metode Harrison

BaCl2 bereaksi dengan sulfat dalam urin membentuk endapan BaSO4 dan bilirubin menempel pada

molekul ini. FeCl3 mengoksidasi bilirubin menjadi biliverdin yang berwarna hijau.

B. Metode Rosin

Iodium akan mengoksidasi bilirubin menjadi biliverdin yang berwarna hijau.

C. Metode Ehrlich ( Urobilinogen )

Urobilinogen dengan para dimetilaminobenzaldehid akan membentuk kompleks berwarna merah anggur.

D. Metode Schlesinger ( Urobilin )

Urobilin dengan reagen schesinger membentuk suatu kompleks dengan memberikan fluoresensi hijau.



 Dasar teori :

Bilirubin adalah suatu pigmen empedu yang diproduksi oleh sel – sel

hepar bersama dengan garam empedu sebagai cairan empedu. Bilirubin yang terdapat dalam urin

berasal dan diproses dari bilirubin yang terkonjugasi secara aktif dan disalurkan bersama – sama dengan

komponen empedu lainnya menuju ke usus halus. Bilirubin yang tidak diserap masuk kedalam usus,

diproses oleh bakteri dan dieksresikan oleh ginjal dalam urin. Bilirubinuria menetap selama penyakit

berlangsung, namun uroblinogen kemih akan menghilang sementara waktu bilamana fase obstruktif yang

disebabkan oleh kolestatis dalam perjalanan penyakit selanjutnya dapat timbul peningkatan urobilinogen

kemih sekunder. Dari saluran empedu, bilirubin terkonjugasi dialirkan keusus. Didalam usus halus hanya

sebagian kecil bilirubin terkonjugasi yang reabsorbsi. Pada bagian terminal usus halus dan usus besar,

bilirubin terkonjugasi akan dihidrolisis menjadi bilirubin tak terkonjugasi oleh enzim β glukuronidase yang

berasal dari hati, sel – sel epitel usus dan bakteri usus. Bilirubin tak terkonjugasi ini direduksi oleh flora

usus menjadi kelompok senyawa tetrapirol tak berwarna yang disebut urobilinogen. Transfor bilirubin

terkonjugasi melalui membran sel dan sekresi kedalam kanalikuli dalam hati. Agar dapat diekskresikan

dalam empedu, bilirubin harus dikonjugasi. Bilirubin terkonjugasi kemudian diekskresikan melalui saluran

empedu kedalam usus halus. Bilirubin tak terkonjugasi tidak diekskresikan kedalam empedu kecuali

setelah proses foto oksidasi.

Page 9

Bilirubin terkonjugasi /direk adalah bilirubin bebas yang bersifat larut dalam air sehingga dalam

pemeriksaan mudah bereaksi. Bilirubin terkonjugasi (bilirubin glukoronida atau hepatobilirubin )

masuk ke saluran empedu dan diekskresikan ke usus. Selanjutnya flora usus akan mengubahnya

menjadi urobilinogen.(6:1)

Bilirubin terkonjugasi bereaksi cepat dengan asam sulfanilat yang terdiazotasi membentuk

azobilirubin. Peningkatan kadar bilirubin direk atau bilirubin terkonjugasi dapat disebabkan oleh

gangguan ekskresi bilirubin intrahepatik antara lain Sindroma Dubin Johson dan Rotor, Recurrent

(benign) intrahepatic cholestasis, Nekrosis hepatoseluler, Obstruksi saluran empedu. Diagnosis

tersebut diperkuat dengan pemeriksaan urobilin dalam tinja dan urin dengan hasil negatif. (6:1)

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Stabilitas Bilirubin Total

Dalam suatu pemeriksaan bilirubin total, sampel akan selalu berbubungan langsung dengan faktor

luar. Hal ini erat sekali terhadap kestabilan kadar sampel yang akan diperiksa, sehingga dalam

pemeriksaan tersebut harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas kadar

bilirubin total dalam serum diantaranya yaitu

a. Sinar

Stabilitas bilirubin dalam serum pada suhu kamar tidak stabil dan mudah terjadi kerusakan terutama

oleh sinar, baik sinar lampu ataupun sinar matahari. Serum atau plasma heparin boleh digunakan,

hindari sampel yang hemolisis dan sinar matahari langsung. Sinar matahari langsung dapat

menyebabkan penurunan kadar bilirubin serum sampai 50% dalam satu jam, dan pengukuran

bilirubin total hendaknya dikerjakan dalam waktu dua hingga tiga jam setelah pengumpulan darah.

Bila dilakukan penyimpanan serum hendaknya disimpan di tempat yang gelap, dan tabung atau botol

yang berisi serum di bungkus dengan kertas hitam atau aluminium foil untuk menjaga stabilitas

serum dan disimpan pada suhu yang rendah atau lemari pendingin (5:6)

b. Suhu Penyimpanan

Suhu merupakan faktor luar yang selalu berhubungan langsung terhadap sampel, baik saat

penyimpanan maupun saat pemeriksaan. Pemeriksaan kadar bilirubin total sebaiknya diperiksa

segera, tapi dalam keaadaan tertentu pemeriksaan kadar bilirubin total bisa dilakukan penyimpanan.

Dengan penyimpanan yang benar stabilitas serum masih stabil dalam waktu satu hari bila disimpan

pada suhu 15 ºC-25ºC, empat hari pada suhu 2ºC-8ºC, dan tiga bulan pada penyimpanan -20ºC .

(DialineDiagnostik ). Lamanya sampel kontak dengan faktor-faktor di atas berpengaruh terhadap

kadar bilirubin didalam sampel sehingga perlu upaya mengurangi pengaruh tersebut serta

mengoptimalkan kadar bilirubin total di dalam serum agar dapat bereaksi dengan zat pereaksi secara

sempurna, sedangkan reagen bilirubin total akan tetap stabil berada pada suhu 2-8ºC dalam keadaan

tertutup, terhindar dari kontaminan dan sinar. Dalam hal ini dapat dimungkinkan bahwa penurunan

kadar bilirubin dipengaruhi oleh kenaikan suhu dan pengaruh sinar yang berintensitas tinggi .(5:7)

Similer Documents