Download Rangkaian Resonansi PDF

TitleRangkaian Resonansi
File Size95.3 KB
Total Pages4
Document Text Contents
Page 2

H
a
la

m
a
n
2

• Multimeter Digital 1 buah
• Breadboard 1 buah
• Osiloskop 1 buah
• Kabel BNC – Probe jepit 2 buah
• Kabel 4mm – jepit buaya 5 buah
• Kabel Jumper
• Induktor 2.5 mH 2 buah
• Kapasitor 470 pF 5 buah
• Resistor 47Ω 4 buah

1.1 Langkah Kerja

3.2.1.Rangkaian RLC (Resonansi Seri)

Gambar3–1. Diagram Alir Rangkaian RLC (Resonansi
Seri)

3.2.2.Rangkaian Paralel R, L (Resonansi
Paralel)

Gambar 3–2. Diagram Rangkaian Paralel R,L
(ResonansiParalel)

3.2.3.Rangkaian Paralel L dengan seri L
dan C

Gambar 3–3. Diagram Alir Rangkaian Paralel L
denganseri L dan C

3.2.4.Rangkaianseri C denganParalel L
dan C

Gambar 3–4. Diagram Alir Rangkaian seri C
dengan Paralel L dan C

3.2.5.Aplikasi Rangkaian Resonansi
dalam Filter

Gambar 1–5. Diagram Alir Aplikasi Rangkaian
resonansi dalam Filter

1. Hasil dan Analisis

1.1 Rangkaian Seri RLC (Resonansi Seri)

Komponen Nilai Teretera

Resistor (Ω) 47

Kapasitor (pF) 470

Induktor (mH) 2.5



Frekuensi

(kHZ)

V0

(V)

Vab

(V)

Vbo

(V)

173,7663 0,13 vpp
(max)

1,7 vpp 7,2 vpp

Analisis:

Hasil perhitungan frekuensi pada Tabel-2
didapat dari

ωo=1LC

fo=12πLC

fo=12π2.5x10-3327x10^-12

fo=176 kHZ

Perbedaan yang terjadi antara data yang
diperoleh melalu perhitungan dengan data
yang di amati melalu osiloskop disebabkan
oleh kesalah dalam pembacaan data melalu
osiloskop, hal tersebut karena untuk
melihat perubahan tegangan dengan
perbedaan frekuensi yang cukup kecil akan
sulit terlihat jelas.

Pada rangkaian ini, nilai V0 dipengaruhi
oleh frekuensi, jika frekuensi yang diberikan
mendekati nilai frekuensi resonansi maka
V0 semakin membesar. Hal tersebut karena
pada saat resonansi impedansi totalnya
hanyalah beasal dari resistor.

1.2 Rangkaian Paralel R, L(Resonansi
Paralel)

Komponen Nilai Teretera

Resistor (Ω) 47

Kapasitor (pF) 470

Page 3

H
a
la

m
a
n
3

Induktor (mH) 2.5



Frekuensi

(kHZ)

V0

(mV)

Vab

(mV)

Vbo

(V)

178,4 6 vpp
(min)

6 vpp 1,04 vpp

Analisis:

Resonansi parallel terjadi pada saat Y
minimum, Y akan minimum jika dan hanya
jika:

ωo=1LC

fo=12πLC

Pada rangkaiana ini, nilai Vo akan
dipengaruhi oleh frekuensi yang digynakan
pada generator sinyal. Nilai Vo akan
semakin mengecil karena pada keadaan
resonansi, rangkaian akan seperti open
circuit.

1.3 Rangkaian Pararel L dengan seri L dan C

Komponen Nilai Teretera

Resistor (Ω) 47

Kapasitor (pF) 470

Induktor (mH) 2.5

Frekuensi Vo Vab Vbc

(kHz) (mV) (V) (V)

Ma
x

Min Max Min Max Min Max Min

129 176,
4

0,28
vpp

7,8
m

vpp

0,72 1,24 3,4 0,84

Analisis:

Pada rangkaian ini, akan kita amati bahwa
rangkaian seperti ini memiliki 2 resonansi,
yang pertama adalah resonansi antara
komponen seri pada rangkaian pararelnya,
dan yang kedua dalah resonansi dalam
rangkaian pararelnya itu sendiri. Jika
resonansi terjadi pada komponenen seri LC,
maka akan terjadi short circuit dan induktor
yang terhubung secara pararel dapat
diabaikan. Dan jika resonansi yang terjadi
pada bagian pararelnya, rangkaian akan
menjadi seperti open circuit.

1.4 Rangkaian Seri C dengan paralel L dan C

Komponen Nilai Teretera

Resistor (Ω) 47

Kapasitor (pF) 470

Induktor (mH) 2.5

Frekuensi

(kHz)

Vo

(mV)

Vab

(V)

Vbc

(V)

Ma
x

Min Max Min Max Min Max Min

123 176 116
vpp

5,4
vpp

0,2 0,6 3,4 0,84

Analisis:

Pada rangkaian ini terdapat dua kali
resonansi yang disebabkan oleh 2 frekuensi
yang berbeda. Resonansi pertama adalah
resonansi antara induktor dan kapasitor,

Similer Documents